Para Ilmuan menemukan Teknologi Baru menggandakan Tampilan Interaksi Laut - Udara


Para Ilmuan menemukan Teknologi Baru menggandakan Tampilan Interaksi Laut - Udara
Para ilmuwan NASA bekerja keras mencoba membuka kunci misteri arus permukaan laut dan angin kita menggunakan alat radar ilmu bumi baru yang disebut DopplerScatt.Arus dan angin laut membentuk loop umpan balik yang tidak pernah berakhir: angin bertiup di atas permukaan samudera, menciptakan arus. Pada saat yang sama, air panas atau dingin dalam arus ini mempengaruhi kecepatan angin. Memahami hubungan antara dua fenomena sangat penting untuk memahami perubahan iklim Bumi. Mengumpulkan data tentang interaksi ini juga dapat membantu orang melacak tumpahan minyak, merencanakan rute pelayaran dan memahami produktivitas laut dalam kaitannya dengan perikanan.NASA telah mempelajari angin selama beberapa dekade menggunakan NSCAT, QuickScat, dan RapidScat instrumen NASA. Namun, DopplerScatt, yang dikembangkan oleh Jet Propulsion Laboratory NASA di Pasadena, California, menyediakan kemampuan baru untuk mengukur angin dan arus secara bersamaan.Terbang di atas pesawat B200 King Air, DopplerScatt adalah radar berputar yang "mengadu" permukaan samudera, memungkinkannya melakukan pengukuran dari berbagai arah sekaligus. Ini adalah langkah maju dari teknologi sebelumnya, yang secara bersamaan dapat mengukur arus dari satu atau dua arah paling banyak, dan tidak dapat mengukur sifat permukaan laut sepenuhnya seperti instrumen baru ini.

Operator radar Alexander Winteer memonitor data angin yang masuk dari instrumen radar DopplerScattOperator radar Alexander Winteer memonitor data angin yang masuk dari instrumen radar DopplerScatt selama penerbangan sains di lepas pantai California pada tanggal 5 Maret 2018.Credits: NASA Photo / Carla ThomasSeperti pistol kecepatan orang patroli jalan raya, instrumen DopplerScatt menghitung efek Doppler dari sinyal radar yang memantul dari objek. Ketika objek itu bergerak lebih dekat atau lebih jauh, ia mendeteksi perubahan ini dan mengetahui kecepatan dan lintasannya. Pengukuran tersebut digabungkan dengan data dari scatterometer, yang mendeteksi pantulan sinyal radar dari permukaan laut. Semakin banyak "hamburan" radar mengamati, semakin kasar ombak. Dari kekasaran dan orientasi gelombang, kecepatan dan arah angin dapat dihitung.DopplerScatt didanai dan dikelola oleh Kantor Teknologi Sains Bumi di Markas NASA di Washington D.C. Pesawat riset B200 King Air yang digunakan untuk menerbangkan instrumen tersebut dikelola dan dioperasikan dari Pusat Penelitian Penerbangan Armstrong NASA yang berlokasi di Edwards, California.Kate Squires, Spesialis Senior Public AffairsPusat Penelitian Penerbangan Armstrong NASA

*sumber : nasa.com
*sumber Gambar : bobo.grid.id/foto hanya sebuah gambaran

No comments

Powered by Blogger.